Cerita kali ini emang amat sangat singkat, tapi jika kita memandang dari isinya! insya Allah bisa bermanfaat bagi kehidupan kita, sok atuh... langsung saja
check it out...
Adalah kisah
tentang persahabatan kitty dan merpati.
Suatu ketika kitty mengajak sang merpati untuk pergi meninggalkan sangkarnya yang indah.
"Mari kita berkelana" ajak kitty
"Aku mau, tapi aku tak mau kehilangan sangkarku"
"Merpati, Sangkarmu akan rusak. Dan sebentar lagi ia bukan lagi milikmu. Tapi dengan kebebasanmu kamu bisa membuat yang lebih indah"
Tapi merpati takut. takut akan kesusahan. takut akan kesulitan. Ia telah terbiasa hidup nyaman. Ia hidup dalam zona nyaman. Padahal zona nyaman itu tidak aman untuknya. Dan Kitty tau itu. Dan ia mencoba mengingatkannya.
"Merpati, ini saat yang tepat untukmu, sayapmu masih kuat, dan bekal yang kamu punya saat ini dapat dikumpulkan hingga waktunya berkelana nanti"
Tapi mungkin Merpati tidak didesain untuk berpikir cerdik dan jauh kedepan. Ia karena ia terbiasa dalam sangkar indah, sehingga kemampuan berpikirnya tidak sering digunakan.
"Lihat saja nanti" jawab merpati
Namun makin hari, Merpati makin lemah, sayapnya tidak sekuat dulu. Bekal yang ia miliki tak pernah ia rencanakan untuk masa depannya
Dan 2 hal yang ia tak pernah sadari menanti..
Sangkar emas itu tak akan pernah menjadi miliknya. dan telur yang ia besarkan semuanya akan terbang meninggalkannya.
"Kalau aku tau at the end akan kehilangan segalanya, harusnya aku mulai lebih awal meninggalkan sangkar emasku hingga aku punya kesempatan membangun sendiri sangkar indahku" Sesal Merpati
Suatu ketika kitty mengajak sang merpati untuk pergi meninggalkan sangkarnya yang indah.
"Mari kita berkelana" ajak kitty
"Aku mau, tapi aku tak mau kehilangan sangkarku"
"Merpati, Sangkarmu akan rusak. Dan sebentar lagi ia bukan lagi milikmu. Tapi dengan kebebasanmu kamu bisa membuat yang lebih indah"
Tapi merpati takut. takut akan kesusahan. takut akan kesulitan. Ia telah terbiasa hidup nyaman. Ia hidup dalam zona nyaman. Padahal zona nyaman itu tidak aman untuknya. Dan Kitty tau itu. Dan ia mencoba mengingatkannya.
"Merpati, ini saat yang tepat untukmu, sayapmu masih kuat, dan bekal yang kamu punya saat ini dapat dikumpulkan hingga waktunya berkelana nanti"
Tapi mungkin Merpati tidak didesain untuk berpikir cerdik dan jauh kedepan. Ia karena ia terbiasa dalam sangkar indah, sehingga kemampuan berpikirnya tidak sering digunakan.
"Lihat saja nanti" jawab merpati
Namun makin hari, Merpati makin lemah, sayapnya tidak sekuat dulu. Bekal yang ia miliki tak pernah ia rencanakan untuk masa depannya
Dan 2 hal yang ia tak pernah sadari menanti..
Sangkar emas itu tak akan pernah menjadi miliknya. dan telur yang ia besarkan semuanya akan terbang meninggalkannya.
"Kalau aku tau at the end akan kehilangan segalanya, harusnya aku mulai lebih awal meninggalkan sangkar emasku hingga aku punya kesempatan membangun sendiri sangkar indahku" Sesal Merpati
beranilah memulai hal baru jika kamu ingin maju!!!
0 comments:
Post a Comment