Undercover Friendzone

Wih apaan nih? Namanya gaya banget pake undercover segala, macem agen FBI aja lagi undercover.

Akhir-akhir ini, istilah “Friendzone” lagi beken di Internet. Buat kamu yang kurang gaul, Friendzone tuh adalah istilah dimana ada cowok yang deketin cewek, tapi karena satu dan lain hal akhirnya malah dianggep temen sama si cewek itu, dan harapan untuk menjadikan si cewek itu sebagai kekasihnya pun pupus. Kalo si cowoknya nekat nembak, biasanya nanti dijawab pake alsan basi “Kita lebih baik berteman saja.” ; “Nyokap gue gak suka gue pacaran sama yg beda agama / beda ras / IP-nya jelek / miskin." atau apalahh yangg sejeniss dengan ituu..

Nah, strategi ini, maksudnya adalah kamu undercover/nyamar jadi temen inceran kamu. Kamu pura-pura aja masuk friendzone, lalu tunjukkan kualitas-kualitas terbaik kamu, misalnya kamu orangnya baik, pengertian, sabar dll. Dan yang penting, kamu  juga harus nunjukkin kalo kamu cuma mau temenan doang sama si doi, nggak lebih. Dan jangan mau diperalat, disuruh ini itu, dimintain anter jemput langsung nurut..

Terus, undercovernya berapa lama ?
Salah satu sifat manusia itu adalah “Makin dilarang, makin pengen” Coba deh, kalo kamu dilarang melakukan sesuatu, kamu makin pengen ngelakuin hal itu kan? Nah, karena kamu adalah orang yg baik tapi (keliatannya) cuma pengen temenan aja, pelan-pelan tapi pasti, inceran kamu bakal naksir sama kamu. Kamu tinggal pinter-pinter baca sinyal aja, dan mainkan strategi dengan hati-hati. Nanti inceran kamu bakal nemplok sendiri deh sama kamu.

Cara ‘Sang Alam’ Menghibur Kita

hahaa... lamaa gakk posting nii...
yahh namaa naa lagii krisis inspirasi..
langsung ajj dee ke critaa..

Pernahkah anda mengalami, ketika hujan turun dengan derasnya, pada saat yan bersamaan anda tak membawa payung maupun jas hujan, alhasil anda pun basah kuyup bercampur kedinginan. Disisi lain, ketika anda sudah membawa dan mempersiapkan payung ataupun jas hujan, anda mendapati cuaca panas dan sangat terik menyengat dan membakar kulit anda. Kesalkah anda..??

Atau mungkin. ketika anda sedang terburu-buru pergi kesekolah atau kekantor terbebani karena mengejar waktu agar tak terlambat, namun ketik dalam perjalanan, malah macet yang anda dapatkan. Dilain kesempatan, ketika anda sedang dalam perjalanan dan diperjalanan sama sekali tak ada yang membebani, tetapi anda malah mendapati seseorang mengklakson agar anda mempercepat laju anda. Sebalkah anda..??

mungkin juga, ketika anda sedang mencari sesuatu yang saat itu benar-benar sangat diperlukan, namun sesuatu yang dicari tersebut tak kunjung tampak padahal ketika sedang tak dibutuhkan sesuatu tersebut sering tampak dan sangat mudah untuk dijumpai. Bagaimana anda menggapinya..??

Coba pahami dan resapi, apakh anda sependapat dan spakat dengan saya. Itulah cara alam menghibur kita, mengajak kita untuk tersenyum, menertawakan diri kita sendiri, bergurau secara nyata. Ada kalanya memang alam dan lingkungan sekitar ‘tak bersahabat’ dengan kita yang tak jarang menimbulkan kejengkelan. Seakan-akan meledek, mengolok-olok, mengecoh, dan mempermainkan kita. Apakah ini yang disebut sebagai sebuah “ketidakmujuran”...??

Mungkin saya bisa sedikit menginpirasi, saya selalu melakukan apapun yang terbaik yang saya bisa lakukan, karena saya percaya jika kita melakukan yang terbaik maka akan dibalas oleh yang maha kuasa dengan yang terbaik juga. Jadi, intinya apa yang telah terjadi pada saya, apa yang sedang terjadi pada saya, maupun yang akan terjadi pada sya kelak, saya percaya bahwa itulah yang terbaik yang telah diberikan-NYA untuk saya.

Letak Kecantikan Seorang Wanita


Cerita ini terjadi ketika saya dan ibu saya sedang duduk diteras depan rumaa menemani senja yang kian lama kian larut.

“Ma, dimana sii letak kecantikan seorang wanita itu..?” Tanyaku memecah keheningan senja.

“Kenapa Kau menanyakan hal itu pada mama..?” Mama balik bertanya.

“Karena mama laa wanita yang ‘paling sempurna’ bagiku..” Jawabku polos.

“Mama berikan kau logika seperti ini, Untuk membuat bibir yang menawan, ucapkanlah kata-kata kebaikan. Untuk mendapatkan mata yang indah, temukanlah kebaikan pada setiap orang. Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, bagikanlah makanan kepada setiap mereka yang kelaparan. Untuk mendapatkan rambut yang indah, mintalah seorang anak kecil menyisirnya dengan jarinya yang lentik. Untuk mendapatkan sikap yang dermawan, berjalanlah beriringan dengan ilmu pengetahuan, and You’ll Never Walk Alone.” Jelas Mamaku.

“Awak masii kurang jelas.” Jawabku dengan sedikit kebingungan.

“Kecantikan seorang wanita, bukan pada pakaian yang ia kenakan, bukan seberapa indah bentuk tubuhnya ataupun caranya menyisir rambutnya, melainkan dari “matanya”, karena dari pancaran matanya, terdapat sebuah gerbang yang langsung menuju hatinya, tempat dimana cinta tumbuh dan berkembang.” Jawab Mamaku yang semakin memperjelas penjelasannya.

“Sepertinya awak dahh mulai ngerti, terus maa..??” tanyaku lagi.

“Kecantikan seorang wanita, bukan dinilai dari seberapa mulus wajahnya, bukan juga seberapa indah fisiknya. Tetapi pada pancaran jiwanya, yang dengan penuh kasih memberikan perhatian, dan dengan penuh sayang memberikan cinta. Kasih sayang tersebut akan tumbuh sepanjang waktu, semakin lama akan semakin indah.”

“Keren...!!” Hanya itu yang bisaa akuu katakan dari semua uraian mama ku diatas..

Semenjak perbincangan di senja itu, setiap saya berbicara dengan wanita, pasti terlebih dahulu saya menatap mata mereka..
:D

Hidup adalahh.........


Dalam pemikiran saya, semua yang kehidupan didunia ini, sangat sederhana. Hidup itu diawali dengan B dak kemudian diakhiri dengan D. Karena hidup diawali dengan B_ORN yaitu kelahiran dan diakhiri dengan D_EATH. Diantara B dan D ada C, C_HOISE adalah pilihan.

Hidup adalah masalah memilih, memilih untuk sengsara atau bahagia, memilih untuk tenang atau terbebani, memilih untuk memaafkan atau mendendam.

Hidup adalah masalah memilih, apakah hanya sebongkah kebahagiaan semu, kebahagiaan sejatipun tak jauh dari jangkauan. Apakah itu cinta kasih yang bisa anda miliki, maupun amarah dan dendam bisa saja anda alami. Persahaban nan indah juga bukan impian, bisa saja mendapati pengkhianatan dah kepahitan.

Hidup adalah masalah memilih, memilih bagaimana cara anda menjalani hidup, memilih bagaimana cara anda menghabiskan hadiah tak ternilai yang anda miliki, memilih bagaimana cara anda menggapai impian.

Ada orang yang menganggap kehidupan bagaikan angin berlalu, terkadang datang dan terkadang pergi, tak dapat d tebak dan ditelaah lebih lanjut.

Ada juga orang yang menanggap kehidupan bak medan peperangan, terus berjuang tanpa kenal lelah dan henti dan tanpa adanya kedamaian dalam hati.

Ada pula orang yang menganggap kehidupan laksana sebuah kutukan dari yang Mahakuasa, tak ada lagii makna kehisupan ini baginya, ratap tak pernah jauh darinya, siang beranti malam ai mata terus mengucur deras, tak lain dan tak bukan hanyalh duka nestapa yang ada padanya.

Namun...
berbahagialah orang yang menganggap kehidupan di dunia ini, sebagai emas yang sangat mulia. Harta nan sangat berharga. Anugerah-NYA yang tak akan ada mampu menandinginya.

Dijalaninya kehidupan ini, dengan asa dan impian yang membumbung tinggi keangkasa. Dilaluinya setapak demi setapak kehidupan dalam jalan Sang Pencipta. Ujung dari jalan setapak itu adalah sebuah mahkota kemuliaan.

Hidup, dimulai dari B (B_ORN) dan diakhiri dengan D (D_EATH).
-Arya Rangga 'nino' Maulana-

Hadiah Tak Ternilai


 Menjelang akhir tahun 2011 ini, sayaa ingin mengajak kita semua untuk merenung tentang apa yang telah kita lalui selama tahun 2011 ini..

Tembok Kosong


Cerita ini sudah lama terjadii, namun saya akan mencoba menceritakannya lagi secara mendetail. Kala itu saya tengah terbaring lemah di sebuah rumah sakit karena kedua kaki saya terlindas gerinda yang biasanya digunakan untuk membentuk pola lantai. Tanpa tanggung-tanggung gerinda itu ‘melahap’ kaki-kaki saya yang saat itu masii sanagat mungil, yaa..!! karena saat itu saya baru berusia 3 SD. Saya yang masih tergolong bocah pada saat itu, sama sekali tidak menagis saat gerinda menggilas kedua kaki saya. Perbuatan orang ceroboh yang tak bertanggung jawab, karena setelah kejadian itu, sang pelaku tak pernah lagi muncul.

Setelah proses ‘jahit-menjahit’ selesai, saya total mendapat 70 jahitan pada kedua kaki saya,                                                                                                      tergolong besar untuk anak seusia saya, dan saat di jahit saya pun tak tampak meringis kesakitan. Kemudian saya di bawa ke salah ruangan kamar yang berisikan 2 orang pasien lainnya, karena satu ruangan hanya bisa ditempati 3 pasien. Suster di rumah sakit itu mengatakan padaku, bahwa mereka berdua menderita penyakit keras yang sudah lama. Pasien 1, menderita sebuah penyakit yang mengharuskannya untuk duduk satu jam setiap sore untuk mengosongkan cairan paru-parunya. Sementara Pasien 2, aku tak tahu apa penyakitnya, tapii dia diharuskan untuk berbaring, dah tidak sembarang waktu bisaa duduk di tempat tidurnya.

Setiap senja datang menerpa, kedua Pasien ini daling bencengkrama biasanya Pasien 2 yang terbaring didekat jendela akan duduk kemudian mulai ngobrol dan kadang-kadang Pasien 1 bercanda dengan menyangkut-pautkan aku, aku pun tertawa mendengar guyonannya, Pasien 2 pun tak pelak juga tertawa mendengar lelucon Pasien 1. Mereka cerita tentang apa saja yang ada pada diri mereka, istri, anak dan keluarga, rumah, pekerjaan bahkan tempat-tempat yang sering mereka kunjungi pada saat sehat.

Pada suatu senja, Pasien 2 yang duduk di dekat jendela bercerita tentang apa yang dia lihat diluar, dan pasien 1 tampaknya sedang mengimajinasikan, betapa luasnya dan penuh warna dunia luar sana.

“Diluar jendela ini, tampak sebuah kolam dengan air mancur di tengah kolam dan terlihat sangat indah. Itik dan angsa bersama-sama dengan anaknya berenang-renang indah, dan beberapa anak bermain dengan kapal-kapalan yang terbuat dari kertas. Beberapa pasangan kekasih berjalan mengitari taman yang penuh bunga. Jauh diatas sana, terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja yang sangat indah.” Ujar pasien 2 yang menceritakan dengan detil apa yang dilihat na diluar jendela kepada kami.

Pasien 1 kulihat memejamkan mata dan mengimajinasikan apa yang diceritakan Pasien 2. Setelah ia membuka matanya terlihat paras yang lebih tenang, lebih bersemangat, dan lebih bergairah. Tampak dengan jelas, semangat hidupnya bertambah demikian pula kepercayaan dirinya.

Begitulah setiap senja kami lalui bersama dengan mendengarkan cerita dari pasien 2. Tak banyak yang kuingat lagi sekarang, karena itu sudah berlangsung sangat lama.

Tibalah hari dimana aku dijanjikan pulang oleh dokter. Akupun terbangun dari tidurku yang lelap, bersamaan dengan datangnya suster yang membawakan sebaskom air hangat untuk membasuh tubuh Pasien 2. Suster itu pun membangunkan Pasien 2 yang waktu itu kulihat tidur dengan wajah tersenyum, namun Pasien 2 tidak kunjung bangun. Kemudian suster memeriksa denyut nadinya.

“Dia sudah meninggal dunia..” Ucap suster itu kepadaku.

Setelah Pasien 1 terbangun dari tidurnya, aku pun membritahukan kabar duka cita itu. Pasien 1 tampak begitu kehilangan, matanya berkaca-kaca mengetahui kawannya telah tiada. Kemudian, setelah tempat tidur temannya tadii kosong, dia pun meminta keapda suster untuk dipindahkan ke tempat tidur itu. Pasien 1 meberitahukan alasan kenapa dia ingin pindah ke tempat tidur itu. Karena ia ingin mengingat temannya, dan melihat jendela yang selalu digunakan temannya untuk menceritakan dunia luar yang selalu memberinya tambahan semangat hidup.

Setelah dipindahkan, Pasien 1 berusaha bangkit demi dapat melihat dunia luar yang sudah dibanyangkannya, namun betapa terkejutnya dia ketika usahanya yang telah dilakukan tak berbuah manis seperti apa yang diharapkannya, yang ia dapatkan hanya sebuah TEMBOK KOSONG.

“Sus, apa yang membuat temanku tadi itu bercerita seolah-olah dia melihat sesuatu yang luar biasa diluar sana...??” tanya Pasien 1.

“Temanmu tadi adalah seseorang yang buta, bahkan ia tidak bisa melihat tembok sekalipun.” Jawab suster yang semakin menambah keterkejutan kami.

“Dia pasti ingin memberikan abang semangat untuk terus hidup.” Sahut ku..

“Dia benar-benar sahabat terbaik yang pernah ku kenal dan ku jumpai.” Ujar Pasien 1.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Saya percaya, setiap kata yang terucap dari mulut kita, memiliki makna bagi orang yang mendengarkannya. Setiap kata yang keluar dari mulut kita layaknya mesiu yang akan meledakkan petasan. Yaa, karena kata-kata mampu menelisik sisi terdalam hati manusia, dan membuat kita melakukan sesuatu.

Saya percaya, didalam setiap kata yang kita ucapkan, ada kekuatan yang besar. Itu telah terbukti dari pengalaman saya diatas tadi, betapa hebatnya kekuatan kata-kata. Kekuatan kata-kata akan selalu hadir dalam setiap apa yang kita percayai.

Saya juga mempercayai, bahwa kata-kata yang sopan, santun, penuh motivasi dan inspirasi, bernilai dukungan, akan memberikan andil yang luar biasa besar dalam setiap orang yang mampu meresapinya dengan semangat untuk maju. Ungkapan-ungkapan yang bersemangat, tutur kata yang membangun, selalu menghadirkan sisi terbaik dalam hidup kita. Ada sesuatu hal yang tak ternilai ketika kita mampu memberikan kebahagiaan kepada orang lain.

Mulutmu, Harimaumu....
-*idiom*-

Sajak Kecil Untuk-nya yang Terlupakan


dari bagian terdalam lubuk hati kami
kami mendentingkan sebuah alunan tanpa melodi
mungkin sejenak mampu iringi nurani
melalui sepi yang menghantui

Powered by Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Popular Posts